Html 5, Pondasi Pembentuk Website yang Sempurna

Masyarakat yang hidup di jaman modern ini hampir semuanya mengetahui cara membuat website. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak mengetahui dan memahami coding. Dalam pembuatan website, ada pondasi yang harus benar-benar masyarakat ketahui. Html sendiri menjadi pondasi pembentuk website yang sangat penting untuk diketahui. Ketika masyarakat mengetahui Html, mereka tidak akan memiliki website yang nampak polos dan tidak sesuai dengan harapan. Agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, masyarakat perlu memahami dan mempelajari Html. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat tidak akan memiliki batasan terhadap template dan fitur yang tersedia. Masyarakat mampu membuat dan menciptakan website yang berbeda dan menarik daripada website yang dimiliki oleh orang lain. Alasan ini pula yang membuat beberapa masyarakat merasa tertarik untuk belajar Html dengan lebih mendalam.

Html atau Hipertext Markup Language adalah gabungan dari 2 jenis istilah, yakni markup language dan hypertext. Hypertext merupakan dokumen yang berisikan akan tautan dimana pengguna dapat terhubung dengan halaman lainnya. Markup language adalah bahasa komputer yang berisikan kumpulan kode guna menyajikan informasi dan sekumpulan kode. Dengan kata lain, Html merupakan bahasa markup guna membuat struktur website page atau halaman website. Html ditemukan pertama kalinya pada tahun 1991 oleh seorang ilmuan yang bernama Tim Berners-Lee. Bahasa markup ini awalnya merupakan sebuah jalan keluar bagi ilmuan agar mudah mengakses dokumen. Tidak disangka, Html justru mengalami perkembangan dan berubah menjadi pondasi penting dalam membuat sebuah website. Jika diperhatikan dengan seksama, Html digunakan oleh 90,8 % website yang ada di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Html sangat menakjubkan bagi sebuah teknologi. Kepopuleran Html sendiri terjadi dan melalui sejarah panjang.

Html 1 dibuat pada tahun 1991 dengan tujuan memberikan kemudahan mengakses dokumen bagi para ilmuan. Tahun 1995, Html 2 lahir dan digunakan untuk menghubungkan dokumen. Html 2 juga dapat menyajikan informasi melalui gaya dan format yang beragam. Html 3 muncul pada tahun 1997. Meskipun hanya dua tahun berselang setelah Html 2 muncul, Html 3 dapat digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap bug. Htmal 3 juga dilengkapi dengan penggunaan CSS dan mendukung styling. Sekitar tahun 1997 hingga tahun 2000, Html 4 muncul. Melalui Html ini, semua jenis browser mampu menampilkan hasil yang serupa. Html 4 merupakan standarisasi kode Html universal untuk semua jenis browser. Html 5 menjadi jenis Html yang dibuat pada tahun 2014. Html disederhanakan dengan efek error. Fitur-fitur yang ada pada Html telah disempurnakan dan dianggap sebagai pondasi website yang paling sempurna hingga kini.

Html 5 merupakan Html yang paling terbaru dan sempurna. Jika dibandingkan dengan para pendahulunya, Html 5 memiliki sistem sempurna. Bagi seorang pemula, Html 5 dilengkapi dengan syntax sederhana dan baik dipelajari oleh seorang pemula. Pada saat belajar Html 5, masyarakat akan dikenalkan dengan istilah tag, atribut dan elemen. Tag dapat digunakan untuk awalan perintah atau instruksi yang nantinya akan dibaca oleh web browser. Elemen adalah keseluruhan kode yang berisikan tag pembuka dan tag penutup. Tidak semua tag pada Html dilengkapi dengan pasangan penutup. Atribut merupakan informasi tambahan yang ada pada sebuah elemen. Jika masyarakat telah memahami akan komponen yang membentuk Html, mereka dapat belajar coding sehingga penggunaan tag Html terasa lebih menantang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *